Hubungan Riwayat Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Dengan Status Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Pasawahan Kabupaten Kuningan

The Relationship Between a History of Low Birth Weight (LBW) and Stunting Status Among Toddlers in the Working Area of Pasawahan Community Health Center, Kuningan Regency

Authors

  • Dian Oktapiani Politeknik Kesehatan Tasikmalaya
  • Endang Nurrochmi Politeknik Kesehatan Tasikmalaya
  • Suratmi Suratmi Politeknik Kesehatan Tasikmalaya
  • Jahidul Fikri Amrullah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada

DOI:

https://doi.org/10.58550/jka.v12i2.446

Keywords:

BBLR, stunting, Balita, low birth weight, children under five

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia. Salah satu faktor yang berhubungan dengan stunting adalah riwayat Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan riwayat BBLR dengan status stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pasawahan Kabupaten Kuningan. Metode: Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan case control. Sampel berjumlah 750 balita usia 12–59 bulan, terdiri atas 150 balita stunting sebagai kasus dan 600 balita tidak stunting sebagai kontrol (1:4). Data diperoleh dari aplikasi e-PPGM (Sigizi Kesga) tahun 2024–2025 dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji chi-square dan Odds Ratio (OR). Hasil: Sebanyak 710 balita (94,7%) tidak memiliki riwayat BBLR dan 40 (5,3%) memiliki riwayat BBLR. Terdapat hubungan signifikan antara riwayat BBLR dan stunting (p<0,001), dengan OR 6,45 (95% CI 3,284–12,678). Kesimpulan: Riwayat BBLR berhubungan signifikan dengan stunting. Pencegahan perlu dimulai sejak kehamilan melalui pelayanan antenatal, pemantauan gizi ibu, pencegahan BBLR, dan intervensi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

Abstract

Background: Stunting is a chronic nutritional problem affecting physical growth, cognitive development, productivity, and human resource quality. One factor associated with stunting is a history of Low Birth Weight (LBW). This study aimed to determine the association between LBW history and stunting among children under five in the working area of Pasawahan Community Health Center, Kuningan Regency. Methods: This observational analytic study used a case-control design. The sample comprised 750 children aged 12–59 months, including 150 stunted children as cases and 600 non-stunted children as controls (1:4). Data were obtained from the e-PPGM (Sigizi Kesga) application for 2024–2025 and analyzed using univariate and bivariate analyses with the chi-square test and Odds Ratio (OR). Results: A total of 710 children (94.7%) had no LBW history, while 40 (5.3%) had a history of LBW. LBW history was significantly associated with stunting (p<0.001), with an OR of 6.45 (95% CI 3.284–12.678). Conclusion: LBW history was significantly associated with stunting. Prevention should begin during pregnancy through antenatal care, maternal nutritional monitoring, prevention of LBW, and interventions during the first 1,000 days of life.

References

Apriluana, G. (2018). Analisis faktor-faktor risiko terhadap kejadian stunting pada balita (0–59 bulan) di negara berkembang dan Asia Tenggara. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 28(4), 247–256. https://doi.org/10.22435/mpk.v28i4.472

Bahrum, S. W. (2024). Analisis pencegahan, pengendalian serta dampak BBLR di Indonesia: Study literature. Jurnal Berita Kesehatan, 17(2), 87–95. https://doi.org/10.58294/jbk.v17i2.215

Damayanti, T., Gunanegara, R. F., & Hidayat, M. (2022). Faktor-faktor yang memengaruhi berat badan lahir rendah di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak Kota Bandung periode Januari–Desember. Journal of Medicine and Health, 4(2), 131–144. https://doi.org/10.28932/jmh.v4i2.3734

Fitria, A. R., Suhartini, T., & Supriyadi, B. (2024). Hubungan berat badan lahir rendah (BBLR) dengan kejadian stunting pada anak usia <5 tahun. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6, 49–56. https://doi.org/10.37287/jppp.v6i1.1977

Hapsari, F. N., et al. (2024). The correlation between mother's nutritional status and parity with the incident of low birth weight (LBW) at a public health center. Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal, 8(1), 38–46. https://doi.org/10.20473/imhsj.v8i1.2024.38-46

Harum, F., et al. (2025). Kejadian BBLR di Indonesia (Analisis data SSGI tahun 2022). Jurnal Dunia Kesmas, 14(1), 34–40. https://doi.org/10.33024/jdk.v14i1.16616

Kalsum, U., & Susanti, K. (2025). Faktor yang memengaruhi kejadian bayi berat lahir rendah pada ibu bersalin. Jurnal Ilmiah Kebidanan dan Kesehatan, 3, 35–43. https://doi.org/10.36590/jibi.v3i1.1458

Kementerian Kesehatan RI. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak.

Kementerian Kesehatan RI. (2025). SSGI 2024: Survei Status Gizi Indonesia (Dalam Angka).

Kepmenkes. (2022). Pedoman nasional pelayanan kedokteran tata laksana stunting.

Khotimah, K. (2022). Dampak stunting dalam perekonomian di Indonesia. Jurnal Inovasi Sektor Publik, 2(1), 113–132. https://doi.org/10.38156/jisp.v2i1.124

Maineny, A., Silfia, N. N., & Usman, H. (2022). Berat badan lahir rendah dengan kejadian stunting pada balita umur 12–59 bulan. Jurnal Bidan, 1, 9–14.

Maulidina, A. (2024). Setiap dari kita dapat berperan besar dalam mencegah stunting pada anak. Kementerian Kesehatan.

Mutiara, J. A., et al. (2022). Berat badan lahir rendah (BBLR) dengan kejadian stunting di Desa Perlis. Jurnal Abdimas Mutiara, 3, 744–746.

Nasitoh, S., Handayani, Y., & Maribeth, A. L. (2022). Faktor-faktor yang memengaruhi tumbuh kembang anak usia 0–2 tahun: Tinjauan literatur. Scientific Journal, 3, 221–231. https://doi.org/10.56260/sciena.v3i4.150

Nirmalasari, N. O. (2025). Stunting pada anak: Penyebab dan faktor risiko stunting di Indonesia. Qawwam: Journal for Gender Mainstreaming, 14(1), 19–28. https://doi.org/10.20414/Qawwam.v14i1.2372

Pratiwi, R., Sari, R. S., & Ratnasari, F. (2021). Literature review: Dampak status gizi pendek (stunting) terhadap prestasi belajar. Jurnal Kesehatan Midwinerslion, 6(1), 29–34. https://doi.org/10.52073/midwinerslion.v6i1.208

Putri, V. D., & Levia, A. T. (2022). Hubungan berat badan lahir terhadap kejadian stunting pada balita usia 2–5 tahun. Cendekia Medika: Jurnal STIKES Al-Ma'arif Baturaja, 7(2). https://doi.org/10.52235/cendekiamedika.v7i2.192

Samsuddin, et al. (2023). Stunting. Eureka Media Aksara.

Tirtonegoro, R. S. (2023). Apa itu berat bayi lahir rendah (BBLR)? RS Soeradji Tirtonegoro, Kementerian Kesehatan.

Wati, R. W. (2021). The correlation between low birth weight records, protein, calcium, and zinc intake on stunting incidence of child under five years. Nutrizione, 1(2), 1–12. https://doi.org/10.15294/nutrizione.v1i2.50071

WHO. (n.d.). Preterm and low birth weight infants. World Health Organization.

Wijhati, E. R., et al. (2021). Analisis status gizi pada balita stunting. Jurnal Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang, 10(1), 1–12. https://doi.org/10.26714/jk.10.1.2021.1-12

Downloads

Published

2026-09-30

How to Cite

Oktapiani, D., Nurrochmi, E., Suratmi, S., & Amrullah, J. F. (2026). Hubungan Riwayat Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Dengan Status Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Pasawahan Kabupaten Kuningan: The Relationship Between a History of Low Birth Weight (LBW) and Stunting Status Among Toddlers in the Working Area of Pasawahan Community Health Center, Kuningan Regency. Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika), 12(2), 227–230. https://doi.org/10.58550/jka.v12i2.446

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.