Hubungan Pemberian Air Susu Dengan Kejadian Ikterus Pada Bayi Baru Lahir Di Puskesmas Garuda Kota Bandung
The Relationship Between Infant Feeding and the Incidence of Jaundice in Newborns at Garuda Community Health Center Bandung City
DOI:
https://doi.org/10.58550/jka.v12i2.414Keywords:
Ikterus Neonatorum, ASI Eksklusif, Bayi Baru LahirAbstract
Ikterus neonatorum adalah kondisi umum pada bayi baru lahir yang ditandai dengan kulit dan sklera berwarna kuning akibat peningkatan kadar bilirubin. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) sejak dini diketahui dapat membantu eliminasi bilirubin dan mencegah ikterus. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara jenis pemberian air susu (ASI dan pengganti ASI/PASI) dengan kejadian ikterus pada bayi baru lahir di Puskesmas Garuda. Desain penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross-sectional, populasi 33 bayi yang mengalami ikterus dan dipilih melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi Kramer, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas bayi menerima ASI (75,76%) dan sebagian besar mengalami ikterus derajat I (57,58%). Terdapat hubungan signifikan antara pemberian air susu dengan derajat ikterus (α< 0,05), Kesimpulannya, pemberian ASI secara dini dan eksklusif penting dalam mencegah ikterus neonatorum.
Abstract
Neonatal jaundice is a common condition in newborns, characterized by yellow discoloration of the skin and sclera due to elevated bilirubin levels. Early breastfeeding is known to accelerate bilirubin elimination and help prevent jaundice. This study aimed to determine the relationship between the type of milk feeding (breast milk and formula) and the incidence of jaundice in newborns at Garuda Public Health Center. The study used an analytical design with a cross-sectional approach, involving 33 jaundiced newborns selected by accidental sampling. Data were collected using questionnaires and Kramer observation sheets, and analyzed using the Chi-Square test. Results showed that most babies were breastfed (75.76%) and experienced grade I jaundice (57.58%). A significant relationship was found between the type of milk feeding and the degree of jaundice (α<0,05). In conclusion, early and exclusive breastfeeding plays a crucial role in preventing neonatal jaundice.
References
Apriyulan, U.M. (2017) ‘Hubungan Frekuensi Pemberian ASI dengan Derajat Ikterus Neonatorum Fisiologis di PKU Muhammadiyah 1 Yogyakarta’, Universitas Aisyiyah Yogyakarta [Preprint].
Auliasari, N.A. et al. (2019) ‘Faktor Risiko Kejadian Ikterus Neonatorum’, Pediomaternal Nursing Journal, 5(2), p. 183. Available at: https://doi.org/10.20473/pmnj.v5i2.13 457.
Endang Setyowati , Eni Rumiyati (2023). HUBUNGAN PEMBERIAN AIR SUSU DENGAN KEJADIAN IKTERUS NEONATORUM DI RUMAH SAKIT TK.III SLAMET RIYADI SURAKARTA. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Volume 14 No 2, Hal 1-8,
Fajrina (2018) ‘Hubungan Pertambahan Berat Badan Selama Hamil dan Faktor Lain dengan Berat Badan Lahir Rendah di RUmah Sakit Bersaslin Lestari iampea Bogor (Skripsi). Depok : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.’, Jurnal keperawatan stikes binawan jakarta, 3, pp. 180–188.
Fortuna DRR, Yudianti I, Mardiyanti T. (2018). Waktu pemberian ASI dan Kejadian Ikterus Neonatorum. Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia. 4(1) : 43-52
Gourley, G. R., Li, Z., Kreamer, B. L., & Kosorok, M.(2015) A Controlled, Randomized, Double-Blind Trial of Prophylaxis Against Jaundice Among Breastfed Newborns. Pediatrics; 166:2, 384-393
Hafni Sahir, S. (2021) Metodologi Penelitian. Yogyakarta: KBM Indonesia.
Hajar, N.S., Antari, I. and Mizan, D.M. (2019) ‘Kejadian Ikterus Neonatorum Pada Berat Bayi Lahir Rendah’, Jurnal Kesehatan Madani Medika, 10(1), pp. 35–39.
Herawati, Y, Indriayati, M. (2017).Pengaruh Pemberian ASI Awal Terhadap Kejadian Ikterus Pada Bayi Baru Lahir 0-7 Hari. Midwifery Journal. 3 (1); 67- 72
IDAI (2013) ‘Air Susu Ibu dan Tumbuh Kembang Anak’ Indanah (2019) ‘Efektifitas Pemberian ASI terhadap Penurunan Kadar Bilirubin’, University Research Colloqutum, pp. 565–571.
Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2013. Inisiasi Menyusu Dini. IDAI | Inisiasi Menyusu Dini. Published 26 Agustus 2013. Kusumastuti, I. E, Dewi A P .(2016). Buku Ajar Asuhan kebidanan Nifas.Kebumen
Kemenkes (2018) Hasil Utama RISKESDAS tahun 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.
Kemenkes RI (2019) Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/240/2019, Kementerian Kesehatan RI. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kemenkes RI (2022) ‘Tatalaksana Keperawatan pada Masalah Hiperbilirubinemia Neonatus di Ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU)’, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan [Preprint].
Leutikaprio Lavanya KR Jaiswai A, Reddy P, Mekki S.2011. Predictors of Significant Joundice in late Preterm Infans. Indian Pediatrics.49:717-720
Manuaba, I.B.G. (2015) Pengantar Kuliah Obtetri. Jakarta: EGC.
Merkuria G. Endris M .(2015). Exclusive Breastfeeding and Associated Factor Among Mother in debre Markos Northwest Ethiopia : A Cross-Sectional Study in Breast Feed.10(1): 1-7
Ngastiyah (2018) Perawatan Anak Sakit. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Nunung UW, Eka S, Emmelia A.F.D.2019. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Dengan Kejadian Ikterus Neonatorum Fisiologis, Nerspedia.2(1): 59-68
Pohlman Mn, Nursanti I, Anto Y.V.(2015) hubungan Inisisasi menusu dini dengan ikterus Neonatorum di RSUD Wates Yogyakarta. Media Ilmu Kesehatan . 4(2) : 96-103
Prawirohardjo, S. (2014) Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Qomariyah, S. (2020) ‘Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kadar Bilirubin Pada Bayi dengan Ikterik Neonatorum di RSIA ‘Aisyiyah Klaten’, Stikes Muhammadiyah Klaten [Preprint].
Rahmadhanti, IP. (2016). Hubungan Frekensi pemberian ASI dengan Kejadian Ikterus pada BBL 2-10 hari di BPM N Padang. Roesli U. (2012). Panduan Inisiasi Menyusu Dini Plus ASI Eksklusif Jakarta. Pustaka Bunda.
World Health Organization. Guideline: Protecting, promoting and supporting breastfeeding in facilities providing maternity and newborn services. 2017. https://apps.who.int/iris/bitstream/hand le/10665/259386/9789241550086- eng.pdf;jsessionid=0F4E001719477FC F74229C3C7380F881?sequence=1pengetahuan serta wawasan dalam melakukan penelitian selanjutnya tentang faktor yang mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif selain tentang faktor ibu. Adapun faktor lain yang dapat dijadikan bahan penelitian antara lain faktor bayi dan lingkungan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




