Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) http://jurnal.poltekestniau.ac.id/jka <p>Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) merupakan jurnal elektronik online yang dapat diakses melalui URL <a href="https://jurnal.poltekestniau.ac.id/jka/index">http://jurnal.poltekestniau.ac.id/jka</a>&nbsp;yang diterbitkan oleh Politeknik Kesehatan TNI AU Bandung dan telah memiliki nomor ISSN <a href="http://u.lipi.go.id/1445506955" target="_blank" rel="noopener">2476-9525</a> (media online) <a href="http://u.lipi.go.id/1445506886" target="_blank" rel="noopener">2476-9517</a> (media cetak), merupakan hasil penelitian maupun kajian ilmiah peneliti/dosen/praktisi di lingkup Ilmu kesehatan di bidang Keperawatan, Kebidanan, dan Farmasi. Terbit berkala setiap 6 bulan (2 kali setahun). Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) menerima manuskrip artikel ilmiah yang selanjutnya dinilai oleh Tim Mitra Bestari yang sesuai bidang keilmuannya dan Tim Editorial.</p> Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung en-US Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) 2476-9517 Penggunaan Robot Sebagai Distraksi pada Anak Saat Tindakan Venipuncture http://jurnal.poltekestniau.ac.id/jka/article/view/145 <p>Saat mendapatkan perawatan kesehatan, seringkali anak mendapat tindakan <em>invasive</em> salah satunya <em>venipuncture</em>, nyeri yang diakibatkan oleh tindakan ini dapat menimbulkan trauma. Untuk mengurangi trauma yang diakibatkan oleh nyeri, perawat harus mampu melakukan distraksi agar nyeri yang didapatkan anak menjadi minimal. Telaah literatur ini bertujuan untuk mengumpulkan dan menganalisis artikel jurnal yang berhubungan dengan penggunaan Robot sebagai metode distraksi pada anak yang mendapatkan tindakan <em>Venipuncture</em>. Telaah literatur menggunakan database dari <em>ProQuest, Sciencedirect, SpringerLink, Wiley Online</em>, serta <em>EBSCOhost</em>, menggunakan artikel jurnal terbitan tahun 2017 – 2021 dengan menggunakan beberapa kombinasi kata kunci. Didapatkan 5 artikel jurnal yang sesuai kemudian dianalisis dan didapatkan hasil bahwa sebagian besar artikel jurnal menyatakan Robot dapat digunakan sebagai tehnik distraksi pada anak yang dilakukan tindakan <em>venipuncture</em>. Penulis merekomendasikan robot untuk digunakan sebagai tehnik distraksi sedangkan untuk penerapan di Indonesia penulis menyarankan mengganti robot dengan benda atau alat yang setara dalam menarik minat anak dan mengalihkan perhatian anak saat tindakan <em>venipuncture</em>.</p> Anton Purkon Patoni La Ode Abdul Rahman Ero Haryanto ##submission.copyrightStatement## 2022-09-30 2022-09-30 8 2 1 6 10.58550/jka.v8i2.145 Pengetahuan Mahasiswa Prodi DIII Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang Terhadap Mitigasi Bencana Di Wilayah Kepulauan http://jurnal.poltekestniau.ac.id/jka/article/view/146 <p>Bencana dapat terjadi dimana-mana, salah satunya Pulau Bintan, dimana Pulau Bintan merupakan wilayah pesisir yang dikelilingi oleh lautan. Pengetahuan merupakan faktor utama&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; dan&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; menjadi&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; kunci&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; untuk kesiapsiagaan. Pengetahuan yang dimiliki&nbsp; biasanya&nbsp; dapat&nbsp; memengaruhi sikap&nbsp; dan&nbsp; kepedulian&nbsp; untuk&nbsp; siapsiagaan dalam mengantisipasi bencana. Sebagai agen pembahuruan mahasiswa dapat menjadi contoh bagi masyarakat tentang bagaimana bertindak secara benar dalam menghadapi suatu bencana. Maka dari itu mahasiswa perlu memiliki pengetahuaan yang adekuat mengenai mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran pengetahuan mahasiswa terhadap bencana di wilayah kepulauan. Jumlah populasi penelitian ini adalah 148 mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. &nbsp;Pada penelitian ini diketahui mahasiswa mayoritas memiliki pengetahuan yang cukup (67%). Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pendidikan, sumber informasi, dan pengalaman. Hasil penelitian ini diharapkan bagi mahasiswa keperawatan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai mitigasi bencana di lingkungan rumah maupun kampus dengan mengikuti pelatihan dan pendidikan, sehingga dapat turut serta dalam upaya tanggap bencana.</p> <p>&nbsp;</p> Meisa Daniati Romalina Romalina Santa Novita Yosephin Silalahi Eka Putri Aruniska ##submission.copyrightStatement## 2022-09-30 2022-09-30 8 2 7 12 10.58550/jka.v8i2.146 Pengetahuan Pertolongan Pertama Pada Anak Toddler Yang Jatuh Di Wilayah Kerja Puskesmas Berakit 2021 http://jurnal.poltekestniau.ac.id/jka/article/view/148 <p>Anak usia 1 sampai 3 tahun merupakan masa paling kritis karena sebesar 80% pertumbuhan otak terjadi pada masa usia tersebut atau dikenal dengan <em>Golden age</em> (Nursalam, 2005). Berdasarkan tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak usia toddler perlu mendapat pengawasan dari orangtua karena dalam melakukan aktivitasnya anak tidak memperhatikan bahaya yang ada disekitarnya (Nursalam,2005). Menurut Dinkes Kepri (2014), prevalensi kejadian cedera pada anak usia toddler adalah cedera (8,9%), kecelakaan tenggelam (20,6%), fraktur tulang (2,6%), luka bakar (5,3%), kemasukan benda asing (9,7%), cedera yang tidak terduga (8,7%), dan keracunan (10,26%). Cedera <em>toddler </em>dapat dicegah salah satunya dengan pengawasan yang baik dari para orangtua (Arvin, 2000). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pengetahuan pertolongan pertema pada anak <em>toddler </em>yang jatuh di wilayah kerja puskesmas berakit. Jumlah sampel penelitian ini adalah 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non-probability yaitu sampel jenuh atau sering disebut total sampling, dimana semua anggota populasi&nbsp; dijadikan&nbsp; sebagai&nbsp; sampel. Pada penelitian ini diketahui responden memiliki tingkat pengetahuan sedang (87%). Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pendidikan, sumber informasi, dan pengalaman. Hasil penelitian ini diharapkan untuk menambah wawasan, memberikan sumbangan bagi ilmu pengetahuan terutama yang terkait dengan masalah pertolongan pertama pada anak <em>toddler </em>yang jatuh serta memberi sumbangan pemikiran bagi orang tua mengenai pertolongan pertama pada anak <em>toddler</em> yang jatuh.</p> Elsa Gusrianti Riyan Yuliyana Indah Dwi Astuti Zesti Dwi Sandra Dwi Noviarti ##submission.copyrightStatement## 2022-09-30 2022-09-30 8 2 13 20 10.58550/jka.v8i2.148 Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) Dengan Siklus Menstruasi Pada Mahasiswa Tingkat I D III Kebidanan Poltekes TNI AU Ciumbuleuit Bandung http://jurnal.poltekestniau.ac.id/jka/article/view/149 <p>Indeks Massa Tubuh memiliki peran yang sangat vital terhadap keteraturan siklus menstruasi, hal tersebut karena adanya peran hormon estrogen. Remaja putri dengan IMT kurus memiliki kadar estrogen dalam darah lebih sedikit atau menurun. Kadar estrogen yang rendah akan mengakibatkan terjadinya feedback positif pada GnRH sehingga sekresi LH menurun. Selain itu peningkatan lemak tubuh akan meningkatkan kadar estrogen dalam darah. Hal tersebut terjadi karena seseorang dengan lemak tubuh yang tinggi, cenderung memiliki androgen yang tinggi Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan siklus menstruasi pada mahasiswa D III Kebidanan. Penelitian ini menggunakan metode analitik korelasional dengan jumlah sampel sebanyak 36 orang, dengan menggunakan teknik pengambilan sampel <em>total sampling. </em>Hasil analisis data dengan menggunakan chi square yaitu, p value &gt; 0,05, bahwa tidak ada hubungan antara IMT dengan siklus menstruasi pada mahasiswa Tingkat I D III Kebidanan.</p> <p>&nbsp;</p> Hanny Yuli Andini ##submission.copyrightStatement## 2022-09-30 2022-09-30 8 2 21 26 10.58550/jka.v8i2.149 Hubungan Pengetahuan dan Motivasi Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif di Desa Weninggalih Kecamatan Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat http://jurnal.poltekestniau.ac.id/jka/article/view/150 <p>ASI berfungsi untuk memenuhi kebutuhan bayi dan melindunginya dalam melawan kemungkinan serangan penyakit. Semakin baik pengetahuan ibu tentang ASI, maka seorang ibu akan semakin termotivasi untuk memberikan ASI Eksklusif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan motivasi ibu dalam pemberian ASI Eksklusif. Metode penelitian menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi dan sampel berjumlah 61 orang dengan cara sampel jenuh. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan <em>Chi Square </em>yaitu analisis univariat dan bivariat (α=0,05). Hasil penelitian didapatkan <em>P Value </em>= 0,003 untuk variabel pengetahuan, <em>P Value </em>= 0,011 untuk variabel motivasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan motivasi dengan pemberian ASI Eksklusif. Diharapkan bagi petugas kesehatan dan desa agar lebih memperluas lagi untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi pemberian ASI Eksklusif.</p> Yulianti Yulianti Desi Sundari Utami Eli Rusmita ##submission.copyrightStatement## 2022-09-30 2022-09-30 8 2 27 32 10.58550/jka.v8i2.150 Perbandingan Profil Ekstrak Etanol Buah, Daun, Dan Batang Tanaman Mengkudu (Morinda Citrifolia L) http://jurnal.poltekestniau.ac.id/jka/article/view/151 <p>Mengkudu (<em>Morinda citrifolia </em>L.) telah digunakan untuk obat tradisional di Indonesia karena kemampuan menyembuhkan berbagai macam penyakit. Salah satu kandungan dari mengkudu adalah skopoletin yang berfungsi sebagai anti-bakteri, anti-virus, anti-jamur, anti-tumor, dan penambah kekebalan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan profil ekstrak etanol buah, daun, dan batang mengkudu (<em>Morinda citrifolia </em>L.) yang diperoleh dari Kebun Percobaan Tanaman Obat Manoko berdasarkan pengujian standardisasi ekstrak meliputi parameter spesifik, parameter non spesifik dan kandungan kimia ekstrak. Hasil pengujian parameter spesifik menunjukan organoleptik ekstrak kental, berbau khas aromatik lemah, berasa pahit, ekstrak berwarna cokelat kemerahan untuk buah, cokelat kehitaman untuk daun, dan cokelat kehijauan untuk batang, dengan kadar sari larut air (37,69%, 4,50%, dan 22,95%), larut etanol (25,86%, 15,20%, dan 2,58%). Hasil untuk parameter non spesifik buah, daun, dan batang mengkudu menunjukan bobot jenis (0,83 g/mL, 0,86 g/mL, dan 0,85 g/mL), kadar air (19,62%, 25,28%, dan 19,73%), kadar abu (12,98%, 8,79%, dan 4,73%), dan kadar abu tidak larut asam (0,73%, 0,47%, dan 0,27%). Hasil untuk pengujian kandungan kimia ekstrak menunjukan buah mengkudu (alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, kuinon dan steroid), daun mengkudu (alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, kuinon dan terpenoid), dan batang mengkudu (alkaloid, flavonoid, tanin, dan kuinon).</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: ,., , ,&nbsp;</p> Eva Pahlani Tantriska Wijanti Insyira Tsania Rahman ##submission.copyrightStatement## 2022-09-30 2022-09-30 8 2 33 42 10.58550/jka.v8i2.151 Gaya Kepemimpinan Kepala Puskesmas dan Persepsi Diri Pegawai Tentang Kinerja Di Puskesmas Citalem Kabupaten Bandung Barat http://jurnal.poltekestniau.ac.id/jka/article/view/152 <p>Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya puskesmas sebagai instansi kesehatan dalam masyarakat dipandang sebagai organisasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Gaya kepemimpinan Kepala Puskesmas dan Persepsi Diri Pegawai Tentang Kinerja di Puskesmas Citalem Kabupaten Bandung Barat. Gaya Kepemimpinan adalah suatu cara pemimpin mempengaruhi anggotanya untuk melakukan tindakan bersama. Persepsi adalah proses akhir dari pengamatan suatu objek yang diawali oleh proses pengindraan. Kinerja adalah hasil yang dicapai oleh seseorang menurut ukuran yang berlaku untuk pekerjaanya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan sampel 30 menggunakan teknik <em>total sampling</em>. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner sebanyak 33 pernyataan, 21 pernyataan gaya kepemimpinan dan 12 pernyataan mengenai Persepsi Diri Pegawai Tentang Kinerja. Uji validitas dengan nilai valid r hitung 0,444 – 0,818 dan uji reliabilitas croncbach’s Alpha 0,909. Hasil secara umum gaya kepemimpinan otoriter memiliki <em>favorable</em> sebanyak 18 responden (60,0%), gaya kepemimpinan demokratis <em>Unfavorable</em> 17 responden (56,7%), dan gaya kepemimpinan <em>laissez faire</em> memiliki <em>unfavorable </em>16 responden (53,3%), Persepsi Diri Pegawai Tentang Kinerja terdapat 22 responden (73,3%) dengan kategori Tinggi. Saran bagi kepala puskesmas untuk gaya kepemimpinan otoriter baik untuk diterapkan di puskesmas. Saran untuk kinerja pegawai lebih ditingkatkan lagi disiplin kerja sehingga lebih tepat waktu dalam bekerja.</p> Ero Haryanto Rina Kartikasari Rizki Permata Indah Puspita ##submission.copyrightStatement## 2022-09-30 2022-09-30 8 2 43 50 10.58550/jka.v8i2.152 Tingkat Pengetahuan Ibu Rumah Tangga Tentang Keracunan Makanan Laut di Wilayah Kabupaten Bintan Kepulauan Riau http://jurnal.poltekestniau.ac.id/jka/article/view/153 <p>Keracunan makanan merupakan keadaan yang muncul akibat mengkonsumsi makanan yang mengandung racun. Ibu rumah tangga adalah orang yang menyiapkan penyajian makanan disetiap keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu rumah tangga tentang Keracunan makanan Laut di wilayah Kabupaten Bintan Kepulauan Riau. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif sederhana<em>.</em> Hasil penelitian ini sebanyak 32 ibu rumah tangga &nbsp;yang berada di wilayah kerja Puskesmas Tembeling. Pengambilan data dilakukan dengan membagikan kueisoner. Analisis data menggunakan analisa Univariat. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan responden yang banyak pada kategori baik yaitu sebanyak 13 orang (40,625%), tingkat pendidikan ibu rumah tangga mayoritas pendidikan SD sejumlah 10 orang (31,25%), Sumber informasi yang didapatkan ibu rumah tangga pada umumnya didapatkan melalui media televisi sebanyak 16 orang (50%) &nbsp;Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa gambaran tingkat pengetahuan ibu rumah tangga tentang keracunan makanan laut di lihat berdasarkan tingkat usia, pendidikan, agama, sumber informasi dan pengetahuan.</p> Dewi Pusparianda Muthia Deliana ##submission.copyrightStatement## 2022-09-30 2022-09-30 8 2 51 54 10.58550/jka.v8i2.153 Motivasi Dan Kepatuhan Berobat Pada Keluarga Penderita Skizofrenia di Wilayah Kerja Puskesmas Tamansari Kota Bandung http://jurnal.poltekestniau.ac.id/jka/article/view/154 <p>Penderita Skizofrenia secara umum akan sulit dipulihkan sehingga membutuhkan dukungan keluarga dalam pengobatannya. Tujuan penelitian mengidentifikasi gambaran motivasi dan kepatuhan berobat pada keluarga penderita skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Tamansari Kota Bandung. Keluarga adalah salah satu elemen terkecil dimasyarakat. Motivasi adalah kekuatan yang mendorong seseorang melakukan tindakan. Kepatuhan adalah sifat patuh. Desain penelitian deskriptif kuantitatif, jumlah populasi 38 dan sampel 38, menggunakan teknik <em>sampling total. </em>Instrumen penelitian berupa kuesioner sebanyak 32 pertanyaan. Uji validitas motivasi nilai r = 0.514-0.890 dan kepatuhan r = 0.487-0.772 nilai <em>cronbach’s alpha</em> motivasi &nbsp;0.914 dan kepatuhan &nbsp;0.802. Hasil penelitian secara umum diperoleh hasil dari motivasi 21 responden (55%) termasuk kategori rendah. Hasil penelitian berdasarkan sub variabel motivasi intrsik sebanyak 20 responden (53%) motivasi rendah, motivasi ekstrinsik sebanyak 22 responden (58%) motivasi rendah dan kepatuhan berobat sebanyak 20 responden (53%) termasuk kategori tidak patuh dalam kontrol berobat. Dapat disimpulkan bahwa masih terdapat keluarga yang memiliki motivasi dan kepatuhan berobat yang rendah. Disarankan Puskesmas Tamansari melakukan kunjungan rumah untuk mengetahui kondisi penderita skizofrenia dan memberikan edukasi mengenai motivasi berobat pada keluarga penderita skizofrenia.</p> Rina Kartikasari Ero Haryanto Dini Dwi Safitri ##submission.copyrightStatement## 2022-09-30 2022-09-30 8 2 55 59 10.58550/jka.v8i2.154 Kejadian Kegawatdaruratan Akibat Sengatan Hewan Laut Berbisa di Kabupaten Bintan Kepulauan Riau http://jurnal.poltekestniau.ac.id/jka/article/view/155 <p>Indonesia merupakan negara kepulauan, dengan luas zona lautan lebih besar dari zona daratan. Desa Kawal, Kabupaten bintan sebagian besar wilayah merupakan daerah pantai yang dimanfaatkan sebagai objek wisata dan mata pencaharian penduduknya. Oleh karena itu, ada kontak antara manusia dan biota yang hidup di laut, terutama kondisi kegawatdaruratan hewan laut berbisa. Hal ini tentunya memerluka penanganan yang cepat dan tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat gambaran kejadian kegawatdaruratan akibat sengatan hewan laut berbisa. Sumber data dari penelitian ini adalah sumberdata sekunder yaitu rekam medis pasien yang masuk di Ruang IGD Puskesmas Kawal priode Agustus 2018 – Desember 2020. Sumber data tersebut kemudian diolah dan dibuatkan distribusi frekuensinya. Hasil penelitian ini adalah sebanyak 38 Kasus. Kejadian kegawatdaruratan akibat sengatan hewan laut berbisa umumnya pada usia 26-45 tahun sejumlah 17 orang (44.73%), didominasi jenis kelamin laki- laki sejumlah 30 orang (78.95%), umumnya disebakan oleh sengatan Ikan seperti ikan lepuh sejumlah 33 orang (86.84%) dan lebih banyak adalah wisatawan sejumlah 22 orang (57.89%). Diharapkan kepada puskesmas dapat memberikan penyuluhan kepada masyarakat dan wisatawan dalam penanganan kegawatdaruratan akibat sengatan hewan laut berbisa.</p> <p>&nbsp;</p> Muthia Deliana Dewi Pusparianda Santa Novita Y Silalahi ##submission.copyrightStatement## 2022-09-30 2022-09-30 8 2 60 63 10.58550/jka.v8i2.155 Pengetahuan Perawat Tentang Penerapan Early Warning Score (Ews) Pada Psien Gawat Darurat Di Ruang Rawat Inap Dewasa Rumah Sakit Au Dr. M. Salamun http://jurnal.poltekestniau.ac.id/jka/article/view/156 <p>Penelitian ini dilatar belakangi oleh terjadinya perburukan kondisi pasien hingga kematian dan menjadi sumber masalah bagi perawat berdasarkan data yang didapatkan yaitu karena kurangnya penerapan sistem deteksi dini yaitu sistem <em>Early Warning Score</em> (EWS). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran pengetahuan perawat dalam penerapan <em>Early Warning Score</em> (EWS) pada pasien gawat darurat di ruang rawat inap dewasa RSAU dr. M. Salamun. Pengetahuan didefinisikan sebagai hasil tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. EWS merupakan sebuah sistem skoring fisiologis sebelum pasien mengalami kondisi kegawatan. Perawat adalah seseorang yang mampu dan berwenang dalam melakukan tindakan keperawatan. Desain penelitian ini adalah dekriptif kuantitatif. Populasi 105 perawat. Sampel sebanyak 84 dengan teknik random sampling karena dilakukan secara acak. Instrumen penelitian berupa kuesioner sebanyak 20. Hasil uji validitas 0,569-0,814 dan uji reliabilitas <em>Cronbach’s Alpha</em> 0,932. Hasil penelitian secara umum termasuk kategori cukup 57,1% dan secara khusus perawat memiliki pengetahuan cukup pada pengertian dan manfaat yaitu sebanyak 66,7% dan juga memiliki pengetahuan kurang pada pelaksanaan EWS sebanyak 46,4%. Saran kepada RSAU dr.M.Salamun untuk melakukan simulasi tentang EWS yang sudah diadakan oleh rumah sakit.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci</strong> : , , .</p> Tuti Herawati Zustantria Agustin Sapira Dwi Agustin ##submission.copyrightStatement## 2022-09-30 2022-09-30 8 2 64 69 10.58550/jka.v8i2.156