http://jurnal.poltekestniau.ac.id/jka/issue/feed Jurnal Kesehatan Aeromedika 2022-02-03T10:17:04+00:00 ERO HARYANTO uppm@poltekestniau.ac.id Open Journal Systems <p>Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) merupakan jurnal elektronik online yang dapat diakses melalui URL <a href="https://jurnal.poltekestniau.ac.id/jka/index">https://jurnal.poltekestniau.ac.id/jka</a>&nbsp;yang diterbitkan oleh Politeknik Kesehatan TNI AU Bandung dan telah memiliki nomor ISSN <a href="http://u.lipi.go.id/1445506955" target="_blank" rel="noopener">2476-9525</a> (media online) <a href="http://u.lipi.go.id/1445506886" target="_blank" rel="noopener">2476-9517</a> (media cetak), merupakan hasil penelitian maupun kajian ilmiah peneliti/dosen/praktisi di lingkup Ilmu kesehatan di bidang Keperawatan, Kebidanan, dan Farmasi. Terbit berkala setiap 6 bulan (2 kali setahun). Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) menerima manuskrip artikel ilmiah yang selanjutnya dinilai oleh Tim Mitra Bestari yang sesuai bidang keilmuannya dan Tim Editorial.</p> http://jurnal.poltekestniau.ac.id/jka/article/view/118 Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Upaya Pencegahan Stroke Pada Lansia Di Kelurahan Selabatu Wilayah Kerja Puskesmas Selabatu Kota Sukabumi 2022-02-03T10:00:54+00:00 Ady Waluya adywaluya78@gmail.com Regi Rachmat Wijaya Saputra Regirachmat8@gmail.com <p>Stroke adalah kerusakan pada otak yang terjadi suplai darah ke otak terhambat oleh adanya sumbatan ( <em>ischemic stroke</em>) atau perdarahan (<em>hemorrhaggic stroke</em>). Faktor kesembuhan stroke pada lansia salah satunya adalah dukungan keluarga yang baik sehingga dapat terpenuhinya motivasi di dalam kehidupannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa jauh masyarakat mengetahui dan memberikan dukungan keluarga kepada lansia sehingga memberikan dampak terhadap lansia dalam melakukan upaya pencegahan stroke. Dukungan keluarga adalah suatu bentuk hubungan interpersonal yang meliputi sikap, tindakan dan penerimaa keluarga sehingga anggota keluarga merasa ada yang memperhatikan. Upaya Pencegahan Stroke dapat di kelompokan dalam 2 golongan yaitu pencegahan yang bersifat primer, jika penyakit stroke belum terjadi sedangkan pada pencegahan sekunder di lakukan perawatan atau pengobatan terhadap penyakit dasar. Penelitian menggunakan jenis penelitias kolerasional dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi terdiri dari semua lansia yang berada di kelurahan selabatu sebanyak 925 . Sampel diambil sebanyak 277 lansia dengan cara <em>cluster random sampling</em>. Instrumen yang digunakkan dalam penelitian ini adalah kuesioner, data yang diperoleh diolah dengan menggunakan statistik uji <em>chi square.</em> Hasil penelitian di dapatkan lansia dengan dukungan keluarga itu masuk kategori tidak mendukung dengan sebanyak 60,3% dan upaya pencegahan itu masuk kategori melakukan sebanyak 54,5% hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan upaya pencegahan stroke dengan hasil (p-value 0,009). Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan yang kurang dan melakukan upaya pencegahan stroke. Sehingga di sarankan kepada puskesmas selabatu perlu adanya penyuluhan kepada keluarga agar mampu menjalankan dukungan keluarga dengan baik.</p> 2020-09-30T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.poltekestniau.ac.id/jka/article/view/119 Pola Asuh Orang Tua Pada Anak Berkebutuhan Khusus Di SLB Negeri Cinta Asih Soreang Kabupaten Bandung 2022-02-03T10:04:53+00:00 Ero Haryanto eroharyanto@poltekestniau.ac.id Desty Yuliyanti destyuliyanti@gmail.com Rina Kartikasari rinakartikasari.rachlan@gmail.com <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Jumlah anak berkebutuhan khusus di Jawa Barat dari umur 5-9 tahun sebanyak 2,5%. Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang mengalami keterlambatan lebih dari dua aspek gangguan perkembangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pola asuh orang tua pada anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri Cinta Asih Soreang. Pola asuh yaitu interaksi orang tua dengan anak dimana orang tua mendidik, membimbing dan memenuhi semua kebutuhan anak. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan populasi 96 responden dan sampel 40 responden dengan menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan data menggunakan kuesioner berjumlah 24 pernyataan dengan skala <em>likert</em> menggunakan rumus <em>korelasi product moment</em> dengan rentang hasil r hitung 0,404–0,639 dan nilai reliabilitas 0,82. Hasil penelitian didapatkan secara umum pola asuh (<em>unfavorable</em>) sebesar 53%, sedangkan berdasarkan sub variabel pola asuh demokratis 77,5% (<em>favorable</em>), pola asuh otoriter 53% (<em>unfavorable</em>), pola asuh permisif 55% (<em>unfavorable</em>). Diharapkan institusi dapat mengadakan pertemuan dengan orangtua untuk membahas tentang macam-macam pola asuh yang diterapkan pada anak berkebutuhan khusus agar orangtua dapat menerapkan atau memilih pola asuh yang baik untuk anaknya. Serta orangtua yang sudah menerapkan pola asuh demokratis tetap mempertahankan pola asuh tersebut.</p> 2020-09-30T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.poltekestniau.ac.id/jka/article/view/120 Pengetahuan Ibu Tentang Toilet Training Pada Anak 1-3 Tahun Berdasarkan Karakteristik Di Posyandu Dusun Panawangan Kabupaten Ciamis 2022-02-03T10:08:36+00:00 Fifi Citra Wiryadi uppm@poltekestniau.ac.id <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>Tumbuh kembang pada anak terjadi di sepanjang kehidupan yang terdiri dari beberapa tahapan, salah satu diantaranya adalah masa <em>toddler </em>(1-3 tahun) &nbsp;dimana fase ini termasuk fase anal yaitu ditandai dengan berkembangnya kepuasan dan ketidakpuasan disekitar fungsi eliminasi. Perkembangan pada fase ini yang harus dilatih yaitu <em>toilet training</em> yang merupakan suatu usaha melakukan latihan buang air besar dan buang air kecil. Ibu merupakan tokoh&nbsp; yang akan berperan sebagai pendidik pertama dan utama dalam melatih <em>toilet training. </em>Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengetahuan Ibu tentang <em>toilet training</em> pada Usia 1-3 tahun berdasarkan karakteristik di Posyandu Dusun Panawangan Kabupaten Ciamis. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif. Populasi semua ibu yang memiliki anak usia 1-3 tahun di Posyandu di Dusun Panawanagan Kabupaten Ciamis. Menggunakan teknik <em>total sampling</em>, sebanyak 69 orang. Variabel penelitian yaitu pengetahuan dengan sub variabel usia, paritas, pendidikan, dan pekerjaan ibu. Pengumpulan data dengan kuesioner, data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar ibu (52,2%) memiliki pengetahuan cukup, sebagian kecil (44,9%) memiliki pengetahuan baik dan sebagian kecil (2,9%) memiliki pengetahuan kurang. Simpulan penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan cukup tentang <em>toilet training</em> dengan hal itu diharapkan kepada petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang <em>toilet training.</em></p> 2020-09-30T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.poltekestniau.ac.id/jka/article/view/122 Hubungan Preeklamsia Berat (PEB) Dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum Di RSUD Kelas B Kabupaten Subang Tahun 2019 2022-02-03T10:17:04+00:00 Metha Solihati Rayuna metha.rayuna@gmail.com Hanny Yuli Andini hannyyuliandini@gmail.com Dewi Virosi metha.rayuna@gmail.com <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>Pengaruh pre eklampsia berat (PEB) dapat terjadi pada ibu dan janin. Preeklamsia dapat menyebabkan gangguan pada janin, salah satu diantaranya yaitu asfiksia neonatal. Di negara berkembang angka kejadian PEB berkisar antara 0,5% - 38,4% dan di negara maju angka kejadian preeklamsia berkisar 6 – 7%{Fatmawati,&nbsp; #12181}. Sedangkan kasus asfiksia itu sendiri menyumbang sekitar 0,92 juta kematian neonatal setiap tahun dan menjadi salah satu dari 3 penyebab kematian neonatal, dilihat dari jumlah tersebut, kasus PEB dan asfiksia masihlah cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari hubungan preeklamsia berat (PEB) dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Kelas B Kabupaten Subang. Penelitian ini menggunakan analitik dengan pendekatan <em>cross sectional</em>, kemudian data diuji menggunakan uji chi square (X<sup>2</sup>). Dari hasil penelitian dengan ibu bersalin sebagai subjeknya didapatkan hasil <em>p-value</em>=0,000 untuk itu Ha diterima dan ada hubungan antara preeklamsia berat (PEB) dengan kejadian asfiksia neonatorum dikarenakan <em>p-value</em>&lt;0,05. Dan juga didapati nilai OR=11,272, yang artinya bahwa ibu PEB 11 kali lebih berisiko melahirkan asfiksia neonatorum dibandingkan dengan ibu yang tidak PEB. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara preeklamsia berat (PEB) dengan kejadian asfiksia neonatorum. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah waktu pengumpulan data dalam penelitian yang terlalu singkat, serta variabel penelitian yang kurang, sehingga penelitian ini belum maksima., Saran bagi penelitan selanjutnya diharapkan dapat menambah jumlah tahun penelitiannya misal tiga tahun atau lima tahun, agar jumlah sampel yang didapat lebih banyak lagi, juga dapat menambah variabel penelitiannya.</p> 2020-09-30T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.poltekestniau.ac.id/jka/article/view/121 Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Pemberian Asi Eksklusif Pada Ibu Yang Memiliki Bayi 7-12 Bulan Di Kelurahan Cibadak Wilayah Kerja Puskesmas Sekarwangi Kabupaten Sukabumi 2022-02-03T10:12:28+00:00 Nunung Liawati nunungliawati1601@gmail.com Pipit Pitrian nunungliawati1601@gmail.com <p>ASI merupakan makanan terbaik bayi. Rendahnya angka pemberian ASI karena adanya kendala pada praktek pemberian ASI, diantaranya kurangnya pengetahuan dan sikap ibu terhadap pemberian ASI Eksklusif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu terhadap pemberian ASI eksklusif. Pengetahuan merupakan hasil penginderaan seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya. Sikap adalah respon tertutup seseorang terhadap stimulus atau objek tertentu. ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja selama 6 bulan tanpa makanan tambahan apapun. Jenis penelitian&nbsp; korelasional dengan pendekatan <em>Cross sectional. </em>Populasi sebanyak 122 dan sample 100 responden. Tekhnik sampling dengan <em>Cluster random sampling. </em>Uji Validitas menggunakan <em>Pearson Product Mommen. </em>Uji Reliabilitas menggunakan Cronbach Alpha untuk Variabel pengetahuan nilai r= 0,78 (Reliabilitas Kuat) variable sikap nilai r= 0.831 (Reliabilitas Kuat). Uji Hipotesis&nbsp; menggunakan Chi Square dengan p-value &lt; 0,005 pada Variabel Pengetahuan dan p-value &lt;0.005. Ada Hubungan Pengetahuan dan Sikap terhadap pemberian ASI Eksklusif pada ibu yang memiliki bayi 7-12 bulan. Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar ibu memiliki pengetahuan baik dan sikap yang positive terhadap pemberian ASI eksklusif. Sebagian besar responden tidak memberikan ASI Eksklusif pada bayi usia 7-12 bulan. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan pengetahuan dan sikap ibu terhadap pemberian ASI eksklusif. Saran bagi puskesmas diharapkan dapat memberikan penyuluhan langsung kepada ibu-ibu menyusui yang bekerja tentang pemberian ASI dan penyimpanan nya.</p> 2020-09-30T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement##